Peran Guru Untuk Memerdekan Siswa

Posted on

ada 4 hal yang perlu dikedepankan dalam proses mendidik yaitu kreatif, inovatif, responsif, inspiratif.

Unsur yang pertama kreatif. Dia harus kreatif untuk membangun ide pembelajaran di kelas, berani keluar dari RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, red) yang dibuat tapi masih sesuai dengan tujuan pembelajaran. Mampu membuat hal yang baru di luar kebiasaan yang ada. Mampu mendorong daya berfikir anak untuk mengembangkan karakter anak didik.

Keduam inovatif dalam pembelajaran. Setiap KD (Kompetensi Dasar, red) harus paham betul bagaimana KD itu diterapkan dalam pembelajaran dengan memilih metode dan model pembelajaran yang ada.

Ketiga, responsif. Guru mampu merespons situasi dan kondisi yang ada dengan memasukkan dalam proses KBM.

Keempat, inspiratif yaitu guru mampu menginspirasi peserta didik. Itu kira-kira konsep “KIRI” dalam ikhtiar meningkat dan mengembangkan pola pendidikan.

Berjalan mengiringi waktu yang terus berputar. Kehidupan yang penuh goresan warna dan narasi mewarnai di dalamnya. Manusia terus berinisiasi membangun dirinya dari keadaban kehidupandan bergerak dengan penuh langkah kepastian dan keseimbangan.

Guru harus berjalan dengan derap ke segala penjuru mata angin dan mengarungi samudra untuk menggapai cita dan harapan yang digapai. Guru belajar dengan menuliskan narasi yang sederhana tertulis dalam catatan buku harian.

Guru harus berjalan dengan membangun ide gagasan yang dikembangkan dalam narasi gerak dan giat, penuh hitungan dan strategi dalam merancang ke semua itu. Guru adalah manusia yang memiliki akal pikiran dan telah digariskan oleh Allah SWT, dituntut untuk mempersembahkan narasi kebaikan.

Warna yang telah dibuat dan digoreskan jangan ada noda yang menempel di dalamnya. Walaupun ada noda, jadikan noda itu sebagai hiasan dan bisa juga renungan narasi. Manusia hanya merancang gagasan dan narasi itu. Takdir Allah yang menentukan di dalam-Nya.

Merdeka dalam belajar hanyalah sebuah narasi ide untuk dikembangkan. Dari sebuah pijakan spirit kemajuan yang sudah terbangun di dalamnya. Tak boleh duduk terlalu lama di suatu kursi yang akan membuat lupa dari mana kita berasal.

Merdeka dalam belajar merupakan spirit membaca narasi yang panjang dan membongkar narasi yang usang. Bergerak untuk maju dalam narasi histori ke belakang. Historia magistra vitae, itu kata ahli sejarah.

Merdeka dalam belajar butuh penggerak yang menuliskan tinta di dalamnya. Butuh orang yang mampu mewarnai dan membuat warna untuk kehidupannya. Tokoh penggerak dalam merdeka dalam belajar butuh keluar dari konteks dan teks yang ada.

Merdeka dalam belajar butuh nilai yang dibangun, butuh norma yang dikembangkan. Karakter adalah kunci keadaban dan peradaban itu. Maka, perlu ada orang yang bergerak membuat narasi itu, disertai dengan gagasan dituliskan dalam karya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.